Aku adalah salah satu mahasiswa perguruan tinggi. Sejak kecil aku dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sangat harmonis. Sejak berada di Sekolah Dasar, aku selalu di ajarkan untuk selalu mengucap syukur akan apa yang sudah saya dapatkan. Hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu dengan cepat. Tak terasa aku bisa merasakan pendidikan di Sekolah Menengah Atas. Tidak hanya senang karena disitu aku bisa mendapatkan teman" yang baru namun aku juga bertemu dengan seseorang yang begitu mencintaiku. Hari-hari kita lalui bersama, tanpa memikirkan banyak sekali perbedaan yang membentang di antara kita.
Walaupun terkadang orang tua kita melarang, namun kita berdua tidak pernah peduli akan semua itu.
Bapak aku adalah orang yang sangat keras dan sangat disiplin. Aku selalu di kekang dan tak di izinkan untuk keluar dan berkumpul bersama teman-teman. Kerjaanku ketika pulang sekolah, bagaikan burung yang kembali lagi ke sangkarnya. Sulit untuk dilepas. pernah aku berencana mengakhiri hidup, hanya karena sifat bapakku. Namun kini aku sadar, ketika aku jauh dari beliau dan melanjutkan pendidikan ke tempat lain, aku jadi merindukan sifat beliau. Aku sadar bahwa segala apapun yang beliau lakukan selama ini hanyalah demi kebaikanku. Dan aku sangat bersyukur akan hal itu. Dimana disaat aku masih di SMA, banyak sekali teman-teman seumuran saya yang harus menikah hanya karena MBA (Marries By an Accident). Dan saya sangat bahagia, saya bukan salah satu dari mereka. Dan saya yakin bukan saya saja yang merasa senang namun juga orang tua saya. Hal yang sangat berkesan ketika saya lulus dan harus melanjutkan kuliah di luar kota, dimana waktunya utnuk saya dan keluarga saya berpisah, saya melihat betapa sedihnya bapak saya karena harus melepaskan saya. Beliau memeluk saya dengan erat. Saya bisa merasakan kesedihan luar biasa yang beliau rasakan. Beliau tidak mau memandang saya, walaupun saya tahu sebenarnya beliau ingin sekali melakukan hal itu. Ingin melihat keberangkatan anak bungsunya berangkat ke negeri orang. Satu hal yang selalu terngiang dalam telingaku. Kata-kata usang namun sangat berarti yang selalu diucapkan oleh kakak-kakak saya "Tidak perlu menjadi seorang pemenang. Jika Ophiie mampu membuat orang tua bangga, berarti Ophiie sudah bisa menjadi seorang pemenang. Dimana Ophiie bisa mampu mengalahkan segala cobaan yang datang disaat tidak ada seorangpun disekitar Ophiie. Jadilah diri sendiri, dan lakukanlah yang terbaik". Kata yang cukup singkat namun memiliki arti yang sangat luar biasa.
Dan aku yakin, semuanya itu akan ku kabulkan.
I BELIEVE, I WILL and I DO :) :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar